Available courses

Course Date: 6 August 2026

Course Duration: 60 minutes (1JPL)

Participant: all nursing MHJS (nurse + midwive)


Sub Topic:
NPPM Frame Work
NPPM Implementation: Character Values
NPPM Implementation: Professional Values

Course Objectives:
Mengetahui NPPM Frame Work
Memahami NPPM Implementation: Character Values
Memahami NPPM Implementation: Professional Values

Course Output:
Mampu menjelaskan NPPM Frame Work
Mampu mengimplementasikan NPPM Implementation: Character Values
Mampu mengimplementasikan NPPM Implementation: Professional Values

Course Date: 12 Februari 2024

Course Duration: 60 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topic:
•Struktur organisasi komite PPI di RS
•Konsep infeksi nosokomial
•Tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi (kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi)

Course Objectives:
•Mengetahui Struktur organisasi komite PPI di RS
•Memahami Konsep infeksi nosokomial
•Memahami Tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi (kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi)


Course Output:
•Mampu menyebutkan Struktur organisasi komite PPI di RS
•Mampu memahami Konsep infeksi nosokomial
•Mampu memahami Tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi (kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi)

1. Proses Berkemih Normal

2. Definisi Retensio Urin

3. Etiologi 

4. Diagnosis

5. Tata Laksana

6. Asuhan Keperawatan retensio urin

Course Date: 1 Agustus 2024

Course Duration: 90 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topics:

  • Pengertian
  • Kebijakan pemberian obat
  • Tujuan pemberian obat
  • Prinsip Pemberian obat
  • Prosedur pemberian obat
  • Cara menghitung obat dan titrasi
  • Monitoring pemberian obat


Course Objectives:

  • Mampu memahami Pengertian
  • Mampu memahami Kebijakan pemberian obat
  • mampu memahami Tujuan pemberian obat
  • Mampu memahami Prinsip Pemberian obat
  • Mampu melakukan Prosedur pemberian obat
  • Mampu menghitung obat dan titrasi
  • Mampu melakukan Monitoring pemberian obat


Course Output:
  • Mampu memahami kebijakan dan prosedur pemberian obat berdasarkan standar keselamatan pasien 
  • Mampu menerapkan pemberian obat dengan prinsip pemberian obat yang benar

Course Date: 1 September 2024

Course Duration: 90 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topics:

  • Definisi
  • Kebijakan
  • Tujuan
  • Cakupan & Faktor Resiko
  • Pelaksanaan
  • Formulir
  • Kesimpulan


Course Objectives:

  • Mampu memahami Definisi
  • Mampu memahami Kebijakan terkait skrining bunuh diri
  • mampu memahami Tujuan skrining
  • Mampu memahami Cakupan dan faktor risiko bunuh diri
  • Mampu melakukan skrining bunuh diri
  • Mampu mengisi formulir skrining bunuh diri
  • Mampu membuat kesimpulan penggunaan skrining bunuh diri


Course Output:
  • Mampu memahami kebijakan dan prosedur skrining bunuh diri 
  • Mampu menerapkan skrining bunuh diri kepada pasien sesuai prosedur yang berlaku di MHJS


Dear All ED Nurses,

Welcome to the Assessment. Please do the test according to the time provide. Test will be open Thursday, 31 July - Saturday, 02 August 2025.


Thankyou

Dear Participants,

Welcome to maternity course.

Sub Topics:

1. Konsep dan Patofisiologi Bunuh Diri 

2. Pathway to Suicide 

3. Identifikasi dan Asesmen Risiko Bunuh Diri

Strategi Pencegahan Bunuh Diri

Pre dan Post kegiatan APEX monthly

Pembelajaran pada pertemuan ini akan membahas tentang

  1. Penilaian kondisi pasien dengan Modified Early Warning Score
  2. Penilaian kondisi pasien Pediatric dengan Pediatric Early Warning Score
  3. Penilaian kondisi pasien Obstetric dengan Modified Obstetric Early Warning Score 
  4. Penilaian kondisi pasien dengan Neonatal Early Warning Score


Pembahasan pada course ini adalah : 

1. Epidemiologi HAIs

2. Cara penemuan kasus HAIs

3. Kewaspadaan standar dan kewaspadaan transmisi

4. Penggunaan antimikroba rasional

5. Surveilans HAIs

6. Pencegahan & pengendalian infeksi dengan bundle care HAIs

7. Audit PPI

8. Penempatan pasien

9. Penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa)

10. PPI di unit Gizi, unit CSSD, unit Endoscopy, Mourtuary, unit Laundry.

Pembahasan pada Course ini 
  1. Fisiologi Ventilasi
  2. Definisi, Indikasi, Kontraindikasi dan komplikasi WSD
  3. Type Sistem Drainase
  4. Prinsip Kerja WSD
  5. Nursing Responsibilities 

Pembahasan pada course ini adalah sbb : 

1.      Anatomi Fisiologi Kulit

2.      Konsep luka

3.      Pengkajian Luka

4.      Faktor penghambat Penyembuhan Luka

5.      Klasifikasi Luka

6.      Prosedur Perawatan Luka


Pembahsan pada course ini :

1. Dasar dasar hand over 

2. Standar hand over 

Hand Over adalah Proses di mana informasi tentang kondisi dan perawatan pasien ketika dipindahkan dari satu petugas kesehatan atau tim medis ke petugas atau tim medis lainnya. 

Pembahasan pada Course ini terdiri dari : 

1. Dasar dasar Hand Over 

2. Standar Hand Over 

INTRODUCTION

Course Date: 13 – 31 Maret 2025

Course Duration: 60 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)

 

Sub Topics:

1.      Definisi Komunikasi

2.      Tehnik Komunikasi

3.      Etika Berkomunikasi

4.      Manjemen Konflik

5.      Komunikasi Efektif dengan Pendekatan SBAR

6.      Jenis – jenis Hand Over pasien

Course Objectives:

1.      Memahami Definisi Komunikasi

2.      Memahami Tehnik Komunikasi

3.      Memahami Etika Berkomunikasi

4.      Memahami Manjemen Konflik

5.      Memahami Komunikasi Efektif dengan Pendekatan SBAR

6.      Memahami Jenis – jenis Hand Over pasien

Course output:

1.      Mampu menjelaskan definisi komunikasi

2.      Mampu menjelaskan tehnik komunikasi

3.      Mampu menjelaskan etika berkomunikasi

4.      Mampu melakukan penanganan komplain

5.      Mampu melakukan komunikasi efektif dengan pendekatan SBAR

Melakukan hand over pasien sesuai standar di Mayapada Hospital

Pada course ini peserta diharapkan mampu melakukan Proses keperawatan & pelaporan rencana asuhan keperawatan sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung gugat yang ditetapkan di Mayapada Hospital Group

pembahasan Course ini adalah 
1. program PPI
2. konsep infeksi
3.Menerapkan bundle’s surveilans HAIs pada: IADP, IDO, ISK, VAP

Pembelajaran pada pertemuan ini akan membahas tentang

1.      Definisi Endoscopy

2.      Fungsi Endoscopy

3.      Jenis – jenis Endoscopy

4.      Persiapan sebelum Endoscopy


1.      Klasifikasi Insident report

2.      Kejadian Sentinel

3.      Target Incisent Report

4.      Kronologi Insiden

5.      Grading Insiden Keselamatan Pasien

6.      Cara melaporkan insiden Keselamatan Pasien


Pembahasan pada pembelajaran ini adalah sebagai berikut : 

1. Konsep Monitoring Hemodinamik

2. Hemodinamik Non Invasif 

3. Hemodinamik Invasif 

1.      Definisi UDD

2.      Tujuan UDD

3.      SPO UDD

4.      Prosedur UDD


1.      Anatomi Fisiologi Kulit

2.      Konsep luka

3.      Pengkajian Luka

4.      Faktor penghambat Penyembuhan Luka

5.      Klasifikasi Luka

6.      Prosedur Perawatan Luka


  1. Definisi nyeri 
  2. Klasifikasi nyeri 
  3. Pengkajian nyeri 
  4. Panduan manajemen nyeri
  5. Pengkajian ulang nyeri

1.      Handling Complaint

2.      Penyebab Complaint

3.      Cara Handling Complaint

4.      Alur Pelaporan Complaint


1.      Metode Pemberian Obat

2.      Prinsip 7 Benar Pemberian Obat

3.      Perhitungan Dosis Obat


International Patient Safety Goals atau Sasaran Keselamatan Pasien atau biasa disebut SKP merupakan sistem pelayanan yang wajib diberikan kepada Pasien

agar pasien aman dan nyaman selama menggunakan jasa layanan kesehatan

di rumah sakit


1.      Pengertian persiapan pemeriksaan diagnostik OPD

2.      Tujuan persiapan pemeriksaan diagnostik OPD

3.      SPO persiapan pemeriksaan diagnostik OPD

4.      Alurpersiapan pemeriksaan diagnostik OPD

5.      Prosedur layanan OPD


1. Pengertian pemeriksaan fisik 

2. Tehnik Pemeriksaan fisik Head to toe 

3. Alat sesuai kebutuhan pemeriksaan fisik 

4. Tahapan Pemeriksaan Fisik 


1.      Struktur organisasi di Unit Gizi

2.      Fasilitas di Unit Gizi

3.      Sarana dan prasarana di Unit Gizi

4.      Alur pelayanan di Unit Gizi


1.      Pengertian Caring

2.      5 Komponen Caring dalam Asuhan Keperawatan

3.      4 Pengetahuan yang mendasari penerapan Caring

4.      Cara Mewujudkan Caring dalam Asuhan Keperawatan


1.      Struktur organisasi di Unit Farmasi

2.      Fasilitas di Unit Farmasi

3.      Sarana dan prasarana di Unit Farmasi

4.      UDD (Unit Dose Dispensing)

5.      Alur pelayanan di Unit Farmasi


1.      Pengertian Pelayanan Rehabilitasi Medik

2.      Tujuan Pelayanan Rehabilitasi Medik

3.      Alur Pelayanan Rehabilitasi Medik

4.      Jenis Pelayanan Rehabilitasi Medik


This course covers the concept and implementation of Early Warning Score (EWS) for adult, pediatric, maternity, and neonatal patients to support early detection of patient deterioration and improve patient safety.

Program ATCN e-learning Mayapada Hospital dirancang untuk meningkatkan kemampuan perawat dan bidan dalam mengenali, menilai, dan menangani pasien trauma secara cepat dan terstandar.
Berbasis prinsip ATLS, pelatihan ini menekankan asesmen awal, stabilisasi, serta koordinasi tim guna meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan trauma di seluruh unit pelayanan Mayapada Hospital.

1. Mengurangi resiko cidera akibat jatuh
2. Proses mengurangi resiko jatuh rawat inap
3. Proses mengurangi jatuh rawat jalan

4. Penatalaksanaan insiden jatuh

 

1. Anatomi dan fisiologi jalan napas
2. Penilaian Jalan napas
3. Alat – alat control jalan napas
4. Penatalaksanaan jalan napas

  • Anatomi Fisiologi Integument
  • Proses Terjadinya Luka, Penyemebuhan Luka, penghambat penyembuhan luka
  • Managemen Luka

  • Fisiologi Dasar
  • Fisiologi Hypoksia
  • Cara Pemberian Oksigen 



  • Pengertian Serah Terima Pasien
  • Tujuan Serah Terima Pasien
  • Persiapan Serah Terima Pasien
  • Pelaksanaan Serah Terima Pasien

  • Pengertian Komunikasi Terapeutik dan Edukasi
  • Tujuan Komunikasi Terapeutik dan Edukasi
  • Prinsip Komunikasi Terapeutik dan Edukasi

Pelayanan transfusi darah adalah upaya pelayanan kesehatan berupa pemberian darah/ komponen darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan atau pemilihan Kesehatan. Sebelum darah diberikan ke pasien, dilakukan pemeriksaan pretransfusi. Pemeriksaan pretransfusi ini meliputi pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi (crossmatch). Selain itu sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan serologi untuk menguji kelayakan darah agar terbebas dari penyakit oleh PMI. Perawat dalam asuhan nya berperan penting dalam pemberian transfuse darah agar dapat diberikan dengan tepat dan aman.


Terapi intravena sering diulang setiap tahun, bahkan di beberapa fasilitas kesehatan setiap beberapa bulan, karena beberapa alasan penting:
1. Menjaga kompetensi perawat dan bidan 

2. Keselematan pasien

3. Adanya perubahan standart dan pedoman yang ada

4. Persyaratan akreditai dan regulasi

5. Adanya staff perawat dan bidan yang baru 

6. Audit dan Evalusai mutu 

 Terapi intravena adalah prosedur medis pemberian cairan, obat, darah, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah vena. Karena langsung masuk ke aliran darah dan melewati sistem pencernaan, metode ini menjadi cara tercepat untuk merespons kondisi darurat atau menyehatkan tubuh secara efektif.


ACLS 

Pada 40% sindroma koroner akut terjadi aritmia fibrilasi ventrikel (VF)

VT/VF -> asystol -> kematian

▪ Bantuan Hidup Jantung Lanjut (BHJL) / Advanced
Cardiac Life Support dirancang untuk tenaga kesehatan dalam
menangani resusitasi pasien baik di dalam maupun di luar
Rumah Sakit

Topik : Advanced Cardiac Life Support (ACLS)
Sub Topic
1. Prinsip High Quality CPR
2. Defibrilasi dan penggunaan AED/Defibrillator
3. Sindrom Koroner Akut (Acute Coronary Syndrome)
4. Takiaritmia dan penatalaksanaannya
5. Bradikardia simptomatik
6. Edema paru akut
7. Hipotensi dan syok kardiogenik
8. Algoritma ACLS terbaru berdasarkan guideline AHA

Course Objective
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan prinsip Advanced Cardiac Life Support (ACLS) dalam penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular secara cepat, tepat, dan sesuai dengan guideline terbaru.

Course Output
1. Peserta mampu menjelaskan konsep dasar ACLS dan kegawatdaruratan kardiovaskular.
2. Peserta mampu melakukan High Quality CPR sesuai standar AHA.
3. Peserta mampu mengidentifikasi gangguan irama jantung yang mengancam jiwa.
4. Peserta mampu melakukan penatalaksanaan awal pada kondisi ACS, takiaritmia, bradikardia, edema paru, dan syok.
5. Peserta mampu berkolaborasi dalam tim resusitasi untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Hemodynamic monitoring adalah serangkaian teknik dan alat yang digunakan untuk memantau tekanan, aliran darah, dan kadar oksigen dalam sistem kardiovaskular, guna mendeteksi gangguan sirkulasi dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis, terutama pada pasien kritis.

Hemodynamic monitoring adalah serangkaian teknik dan alat yang digunakan untuk memantau tekanan, aliran darah, dan kadar oksigen dalam sistem kardiovaskular, guna mendeteksi gangguan sirkulasi dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis, terutama pada pasien kritis.

Trakeostomi adalah prosedur pembedahan yang membuat lubang di tenggorokan (trakea) agar pasien dapat bernapas. Sebuah tabung dimasukkan melalui lubang tersebut, yang disebut tabung trakeostomi, untuk membantu pasien bernapas.

Course Date: 01 February  - 31 December 2024

Course Duration: 60 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MHG (nurse + midwive)

Course Objectives:

1. Mengetahui tools yang digunakan

2. Mengetahui cara melakukan scoring

3. Mampu melakukan tindakan seperti yang diharapkan dalam respon klinis


Terapi listrik jantung adalah prosedur medis yang menggunakan impuls listrik terkontrol untuk mengatasi aritmia (gangguan irama jantung), seperti detak terlalu cepat (takikardia), lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Tujuannya adalah mengembalikan ritme jantung normal, meningkatkan efisiensi pompa darah, dan mencegah kematian mendadak

Perhitungan obat dan cairan adalah usaha menghitung sejumlah dosis atau takaran obat dan tetesan infus yang akan diberikan kepada pasien menggunakan rumus.

Pembahasan pada pembelajaran ini adalah 
  1. Kompetensi Perawat dalam Melakukan Phlebotomy
  2. Sarana dan Prosedur Phlebotomy
  3. Komplikasi Tindakan Phlebotomy 
  4. SPO terkait Phlebotomy
1. Mengidentifikasi pasien dengan tepat
2. Meningkatkan komunikasi efektif
3. Obat dengan kewaspadaan tinggi
4. Memastikan lokali pembedahan yang benar, procedur pembedahan yang benar dan pembedahan pada pasien yang benar
5. Mengurangi risiko infeksi akibta perawatan kesehatan
6. Mengurangi risiko cetera akibat jatuh

Course Date: 12 Februari 2024 sd 31 Desember 2024

Course Duration: 60 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)

Sub Topics:
• Pengertian
•Jenis Indikator mutu RS
•Jenis indikator mutu unit
•Profil indikator mutu
. WMTY

Course Objectives:
•Memahami Pengertian indikator mutu
•Memahami Jenis Indikator mutu RS
•Memahami Jenis Indikator mutu keperawatan
•Memahami Jenis indikator mutu unit
•Mengetahui Profil indikator mutu
. Mengetahaui indikator mutu WMTY

Course Output:
•Mampu memahami Pengertian indikator mutu
•Mampu memahami Jenis Indikator mutu RS
•Mampu memahami Jenis Indikator mutu keperawatan
•Mampu memahami Jenis indikator mutu unit
•Mampu memahami Profil indikator mutu
. Mampu memahami indikator WMTY



Pembahasan pada course ini adalah 

  1. Pengantar Manajemen Nyeri
  2. Konsep Manajemen Nyer
  3. Pain Nurse Management

Pembahasan pada course ini adalah :

  1. Konsep IPSG (JCI) 
  2. Standar element IPSG
  3. IPSG 1: Mengidentifikasi pasien dengan tepat/identify patienst correctly 
  4. IPSG 2: Meningkatkan komunikasi efektif/improve effective communication 
  5. IPSG 3: Meningkatkan keamanan obat-obatan resiko tinggi 
  6. IPSG 4: Memastikan keamanan pembedahan/Ensure correct,Site correct,Procedure correct-Patient Surgery 
  7. IPSG 5: Mengurangi resiko infeksi terkait pelayanan Kesehatan/Reduce the risk of health care associated infections 
  8. IPSG 6: Mengurangi resiko cidera pasien akibat jatuh/Reduce the risk of patient harm resulting from falls


📝 Deskripsi Course

Stroke merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Aktivasi Code Stroke menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan fungsi otak pasien, dengan fokus pada optimalisasi waktu, diagnosis, dan intervensi yang sesuai.

Oleh karena itu, pemahaman yang menyeluruh terhadap alur Code Stroke sangat penting bagi seluruh anggota tim layanan, termasuk perawat, dokter IGD, neurolog, radiolog, dan tim ICU.


Dear all Nurses,

Welcome to MHG Emergency Course 

Course Date: 07 Februari 2025

Course Duration: 45 minutes (1JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topics:

  • Defenisi
  • Tujuan
  • Tindakan
  • Indikasi
  • Kontra indikasi
  • Persiapan

Course Date: 11 Januari 2025

Course Duration: 90 minutes (2JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topic:
  1. Definisi Luka
  2. Pengkajian utama luka
  3. Prinsip Perawatan Luka
  4. Dokumentasi SOAP
  5. Prosedur Perawatan Luka

Course Objectives:
•Mengetahui definisi luka
•Mengetahui pengkajian utama luka
•Mengetahui prinsipp perawatan luka
. Melakukan dokumentasi SOAP
. Menjelaskan prosedur perawatan luka

Course Output:
. Mampu  memahami definisi luka
•Mampu menjelaskan pengkajian utama luka
•Mampu memahami prinsip perawatan luka
. Mampu melakukan dokumentasi SOAP
. Mampu menguraikan prosedur perawatan luka
Materi pada pembelajaran  ini membahas tentang
1. Persiapan pasien operasi 
2. Asuhan Perioperatif
3. Perawatan pasca operasi

INTRODUCTION

Course Date: 01 – 30 September 2024

Course Duration: 60 minutes (1JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Welcome Vector Art, Icons, and Graphics for Free Download

Dear Nurses,

Welcome to English Club

Enjoy your Journey!!!

Course Date: 1 - 31 Agustus 2024

Course Duration:  90 minutes (2 JPL)

Participant: all nursing MH (nurse + midwive)


Sub Topics:

  • Pengertian
  • Kebijakan pemberian obat
  • Tujuan pemberian obat
  • Prinsip-prinsip pemberian obat
  • Prosedur pemberian obat
  • Menghitung dosis obat dan titrasi
  • Hal yang perlu diperhatikan


Course Objectives:
  • Mampu menjelaskan Pengertian obat
  • Mampu memahami Kebijakan pemberian obat
  • Mampu memahami Tujuan pemberian obat
  • Mampu memahami Prinsip-prinsip pemberian obat
  • Mampu melakukan Prosedur pemberian obat
  • Mampu menghitung dosis obat dan titrasi

Course Output:
  • Mampu melakukan pemberian obat sesuai prosedur dan kebijakan Mayapada Hospital dengan memperhatikan standar keselamatan pasien.
  • Mampu menghitung dosis obat dan titrasi

Sub Topics:

1. Definisi & Patofisiologi Luka Tekanan

2. Gejala dan Tanda luka tekanan

3. Perawatan luka

4. Pengkajian risiko luka tekan (Braden Score)

5. Penanganan risiko luka tekan